Sebuah fenomena yang memprihatinkan, ketika seseorang sedemikian tangkas
dan cekatannya menyelesaikan sholat dalam waktu yang demikian singkat,
seperti iklan jupiter saja..125cc.
Semangat beribadah yang
tinggi, dengan sholat yang sering dijadikan sebagai sarana olahraga
alternatif karena dengan kecepatan di atas rata-rata, amalan sholat-yang
seharusnya demikian suci dan mulya- menjadi lebih mirip gerakan-gerakan
senam tempo tinggi. Maasyaa Allaah!
Saudaraku kaum muslimin,
fenomena yang dipaparkan di atas bukanlah suatu hal yang mengada-ada.
Fenomena yang menyedihkan dan merupakan musibah tersebut masih banyak
‘mewarnai’ lingkungan kita.
Bukan hanya pada lingkungan
orang-orang awam, di lingkungan pondok pesantren pun bukan suatu hal
yang asing jika kita dapati seseorang mengerjakan sholat dengan
kecepatan yang tinggi. kemudian sujud ‘ala kadarnya’ seperti seekor
gagak atau ayam yang mematuk biji-bijian. Subhaanallaah!
“ Dari
Abu Abdillah al-Asy’ari ra. bahwasanya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi
wasallam melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan ruku’nya, dan
waktu sujud (dilakukan cepat seakan-akan) mematuk dalam keadaan dia
sholat.
Maka Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
‘Kalau orang ini mati dalam keadaan seperti itu, ia mati di luar agama
Muhammad. Ia sujud seperti burung gagak mematuk makanan. Perumpamaan
orang ruku’ tidak sempurna dan sujudnya cepat seperti orang kelaparan
makan sebiji atau dua biji kurma yang tidak mengenyangkannya “(H.R Abu
Ya’la,al-Baihaqy, at-Thobrony, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, dan
dihasankan oleh Syaikh AlAlbaany)
“ Dari Abu Hurairah beliau
berkata : “Sahabat dekatku, (Nabi Muhamamd shollallaahu ‘alaihi
wasallam) melarangku sujud dalam sholat (dengan cepat) seperti
mematuknya ayam jantan, melarangku berpaling (ke kanan atau ke kiri)
seperti berpalingnya musang, dan melarangku duduk iq-aa’ seperti kera
“(H.R Thayalisi, Ahmad, dan Ibnu Abi Syaibah, dihasankan oleh Syaikh
Al-Albaany)
“ Seburuk-buruk pencuri adalah seseorang yang mencuri
dari sholatnya. (Para Sahabat bertanya) : Bagaimana seseorang bisa
mencuri dari sholatnya? (Rasul menjawab) : ‘ Ia tidak menyempurnakan
ruku’ dan sujudnya “ (H.R Ahmad dan At-Thobrony)
Bahkan,
tergesa-gesa dalam melakukan sholat sehingga gerakan-gerakan ruku’ dan
sujud tidak dikerjakan secara thuma’ninah bisa berakibat pada tidak
sahnya sholat, sebagaimana disebutkan dalam hadits :
“ Dari Abu
Hurairah : bahwasanya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam masuk ke
dalam masjid, kemudian masuk pula seorang laki-laki, kemudian laki-laki
itu melakukan sholat kemudian mengucapkan salam kepada Nabi shollallaahu
‘alaihi wasallam.
Nabi menjawab salam tersebut kemudian
mengatakan kepadanya : ‘Kembalilah ulangi sholat, karena sesungguhnya
engkau belum sholat’. Maka kemudian laki-laki itu mengulangi sholat
sebagaimana sholatnya sebelumnya, kemudian ia mendatangi Nabi dan
mengucapkan salam,
kemudian Nabi mengatakan : ‘Kembali ulangilah sholat karena engkau belum sholat ‘ (Hal ini berulang 3 kali).
Maka
kemudian laki-laki itu mengatakan : ‘Demi Yang Mengutusmu dengan
kebenaran, aku tidak bisa melakukan lebih baik dari sholatku tadi, maka
ajarilah aku’.
Rasul bersabda :’Jika engkau berdiri untuk sholat,
bertakbirlah, kemudian bacalah yang mudah bagimu dari Al-Qur’an,
kemudian ruku’lah sampai engkau thuma’ninah dalam ruku’, kemudian
bangkitlah dari ruku’ sampai engkau thuma’ninah beri’tidal, kemudian
sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud, kemudian bangkitlah dari
sujud sampai engkau thuma’ninah dalam sujud, kemudian sujudlah sampai
engkau thuma’ninah dalam sujud, kemudian bangkitlah sampai engkau
thuma’ninah dalam duduk, dan lakukanlah hal yang demikian ini pada
seluruh sholatmu “(H.R Al-Bukhari-Muslim)
Maka wajib bagi kita
untuk mengerjakan sholat dengan thuma’ninah dan tidak tergesa-gesa
karena hal tersebut merupakan salah satu rukun sholat, yang jika tidak
terpenuhi menyebabkan batalnya sholat.
Dalam hadits di atas Rasulullah memerintahkan kepada seseorang tersebut untuk mengulangi sholatnya.
Mari
kita kerjakan sholat dengan tenang dan nikmatilah! Semoga Allah
memberikan kemudahan bagi kita untuk mempersembahkan amal ibadah yang
terbaik kepadaNya, dan menjadikan sholat sebagai sarana penyejuk jiwa,
penjernih kalbu, pelapang dada, penghilang kesedihan dan yang mampu
mendatangkan ketenangan batin, sebagaimana Rasulullah shollallaahu
‘alaihi wasallam menyatakan :
“ Dijadikan penyejuk jiwaku ada dalam sholat”(H.R Ahmad dan AnNasaa’i, dishohihkan oleh Syaikh AlAlbaany)
Namun
yang jauh lebih besar dari itu yang kita harapkan adalah keridlaan,
pahala, ampunan, dan rahmat dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
Ditulis oleh Abu Utsman Kharisman untuk Situs http://www.facebook.com/l/06ba6;Darussalaf.or.id.
Amalan yang akan ditanya pertama kali adalah..
Bagaimana
dengan Sholatmu??' huee....bukan dengan bagaimana
karirmu..hiks..hiks..HAYO teman..PERBAIKI KEMBALI ESENSI SHOLAT2
KITA..!semoga menjadi ahli sholat dihadapanNYA..
S.E.M.A.N.G.A.T. !!
Wallahu'alam Bishawwab.
http://www.facebook.com/l/06ba6;ski_tausiyah.com
Sabtu, 30 Maret 2013
DIBALIK KISAH SEORANG AYAH
Biasanya,
bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja
diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,
yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.
Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu Yah, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah"
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya.... .
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia.....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... .
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Ayah telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Sumber : kiriman email dari seorang teman
Akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.
Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu Yah, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah"
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya.... .
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia.....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... .
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Ayah telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Sumber : kiriman email dari seorang teman
Kamis, 28 Maret 2013
Senin, 22 Oktober 2012
CAHAYA
Setitik cahaya itu selalu ada seperti sebuah harapan
Kita tidak tahu kemana harus mencarinya
Tetapi kita harus berusaha menemukannya
Jikalau kita tidak bisa menemukannya
kita lah yang harus menjadi setitik cahaya bagi semua orang
Karena, setitik cahaya yang menerangi lebih berguna
daripada rembulan yang terang benderang
tapi hilang entah kemana ketika langit mendung dan kelam
Setitik cahaya....aku mencari...
Pekanbaru, Oktober 2012
“Gelap itu terang, ketika yang ada dibenakmu keindahan dan
kebahagiaan....”
KISAHKU
Aku tidak memilih untuk jadi siapa
Aku tidak memilih untuk hidup berapa lama
Aku tidak memilih jalan cerita yang kupunya
Aku tidak memilih untuk saat ini, esok dan seterusnya
Tapi aku bingung, sedih
dan terkadang kecewa
Kadang kisah yang kusuka terlalu singkat untuk dinikmati
Tapi kisah yang kubenci terlalu lama untuk diakhiri
Terus...dan terus kubuka
Lembar demi lembar cerita yang kupunya untuk dipahami
Tapi belum kutemukan jawaban dari apa yang kucari
Dan, terkadang muncul pertanyaan dibenakku
Untuk apa aku dilahirkan ke dunia?
Jika cerita ini terkena hitamnya dunia
Dan cerita berikutnya tidak bisa lagi kubaca
Pekanbaru, 19 Oktober 2012
“Conclusion....I’m still looking for...”
Senin, 01 Oktober 2012
AYAH
Ayah…
Akankah kudengar lagi suaramu
Dikala engkau bertutur tentang nasehat kehidupan
Dalam kisah yang penuh keabadian
Ayah…
Akankah kudengar lagi nasehatmu
Tentang cinta, impian dan masa depan
Untuk kuraih dan kusematkan kebahagiaan
Ayah…
Akankah kulihat lagi senyummu
Senyum yang menenangkan hati
Menjadikan semangat dalam setiap langkahku
Ayah…
Tidak banyak yang kuinginkan darimu
Cukup cinta dan kasih sayang yang kau punya
Untuk ibu dan anakmu...
Pekanbaru, 01 Oktober 2012
“Selamat jalan Ayah, Guruku dan sahabatku…
terimakasih untuk
semua cinta dan kasih sayangmu”
Sabtu, 04 Agustus 2012
Ya ALLAH
Ya Allah,
jangan pernah jauh dariku
Karena aku merasa sendiri tanpa kehadiran-MU
Ya Allah,
jangan pernah biarkan aku
Karena aku butuh teguran-MU dikala aku tidak
mengingat-MU
Ya Allah,
jangan pernah tutup hatiku
Karena hatiku butuh penerang untuk menuju jalan-MU
Ya Allah bimbimnglah aku
Agar selalu tetap istiqomah pada-MU
Ya Allah maafkan aku
Terlalu lama terlena dalam buaian dunia
Ya Allah ampuni aku
Aku ingin awal dan akhir dari kisah hidupku
selalu dalam lindungan-MU
Pekanbaru, 27 Juli 2012
“Hanya sabar, ikhlas dan doa yang menjadi
kekuatanku untuk tetap dijalan-MU.....”
Langganan:
Postingan (Atom)










