Akan ada pujangga tanpa sajak
Tanpa puisi dan imajinasi
Inspirasi yang datang hilang dan pergi
Dengan duka berselimut tawa
Pujangga hanyalah tokoh kehidupan
Tapi kehidupanlah yang membuatnya bijaksana
Demi melukis kisah untuk sebuah mimpi
Kesedihannya ibarat peluh
Membasahi tapi tak menyejukkan jiwa
Dan semua sudah menjadi ketetapan
Mulai ia berdiri hingga pergi ke pelukan bumi
Adakah tanya dibenakmu
Apakah semua pujangga sama??
Jawabnya adalah iya
Pujangga juga butuh cinta dan kasih sayang
Untuk menciptakan syair-syair yang indah di dunia
Medan, 27 Januari 2012
“Menanti keberangkatan meninggalkan segala kenangan di kota ini”
“Mungkin inspirasi akan kutemui di kota lain...hufttt...!!!”
Kamis, 26 Januari 2012
Sabtu, 10 Desember 2011
AKHIR SEBUAH KISAH
Di beningnya hujan hari ini
Kutemukan guratan kesedihan yang tergenang
Membeku sekeras batu…Jatuh ke atas pipi
Berurai perlahan disana
Lalu merasuk kedalam hati dan mengeras
Barangkali,
Ia yang dulu kuat sekuat baja
Kini lemah dan rapuh dalam kisah cinta yang padam
Sudah jangan sedih teman
Engkau ingin kepergiannya terasa indah
Agar langit mendung …udara dingin
Atau bahkan irama hujan yang sendu
Bisa membawamu suatu saat nanti
Tentang kisahnya dalam sebait puisi dan mimpi
Yang indah tapi pilu
Tetap tersenyum teman
Dalam embun pagi dan senja yang merona
Hingga nada irama menerpa wajahmu sebelum gelap
Dan melukis kisah baru dilelahmu sebelum mimpi
Pekanbaru, 10 Desember 2011
“Kenapa mencintainya? Karena belum ada cara untuk membencinya….hadehhh…”
Kutemukan guratan kesedihan yang tergenang
Membeku sekeras batu…Jatuh ke atas pipi
Berurai perlahan disana
Lalu merasuk kedalam hati dan mengeras
Barangkali,
Ia yang dulu kuat sekuat baja
Kini lemah dan rapuh dalam kisah cinta yang padam
Sudah jangan sedih teman
Engkau ingin kepergiannya terasa indah
Agar langit mendung …udara dingin
Atau bahkan irama hujan yang sendu
Bisa membawamu suatu saat nanti
Tentang kisahnya dalam sebait puisi dan mimpi
Yang indah tapi pilu
Tetap tersenyum teman
Dalam embun pagi dan senja yang merona
Hingga nada irama menerpa wajahmu sebelum gelap
Dan melukis kisah baru dilelahmu sebelum mimpi
Pekanbaru, 10 Desember 2011
“Kenapa mencintainya? Karena belum ada cara untuk membencinya….hadehhh…”
Sabtu, 19 November 2011
TANPA CAHAYA
Diam terpaku menatap senja
Dihari saat matahari mulai terbenam
Seiring waktu yang terus berjalan
Meninggalkan cinta dan terus menghilang
Sekilas bayang itu ada
Tapi lenyap perlahan entah kemana
Hati bermimpi tentang dirimu
Menepis rindu yang telah membelenggu
Cahaya…sinarilah diriku
Beri kesejukan disetiap sendi tulangku
Walau sesaat tapi membius kalbu
Dan membawa diriku ke alam mimpi semu
Berharap cahaya itu menjadi milikku
Untuk kusimpan sebagai penerang hatiku
Namun jika akhirnya cahaya itu padam dan kelam
Aku percaya…walau cahaya itu kini telah hilang
Suatu saat akan ada cahaya yang berupa anugrah-NYA
Pekanbaru, 19 November 2011
“Dalam kelam mencari cahaya….”
Dihari saat matahari mulai terbenam
Seiring waktu yang terus berjalan
Meninggalkan cinta dan terus menghilang
Sekilas bayang itu ada
Tapi lenyap perlahan entah kemana
Hati bermimpi tentang dirimu
Menepis rindu yang telah membelenggu
Cahaya…sinarilah diriku
Beri kesejukan disetiap sendi tulangku
Walau sesaat tapi membius kalbu
Dan membawa diriku ke alam mimpi semu
Berharap cahaya itu menjadi milikku
Untuk kusimpan sebagai penerang hatiku
Namun jika akhirnya cahaya itu padam dan kelam
Aku percaya…walau cahaya itu kini telah hilang
Suatu saat akan ada cahaya yang berupa anugrah-NYA
Pekanbaru, 19 November 2011
“Dalam kelam mencari cahaya….”
Sabtu, 12 November 2011
MALAM SEPI
Bintang di malam ini…
Menyinari langit dan memanjakan mata..
Indah….tapi tidak bisa kunikmati…
Karena perlahan hilang diselimuti awan yang gelap gulita..
Mendung…kelam…tidak bercahaya…
Kucari bulan sebagai pengganti
Tapi ia juga tidak mampu menemani
Dan perlahan hilang juga tanpa arti
Kini kusendiri menatap langit malam ini
Tanpa cahaya diselimuti mimpi
Hanya dinginnya angin dan hujan yang membasahi sepinya hati
Perlahan sepi ini membuai diriku ke alam mimpi
Dan berharap esok pagi ada pelangi yang akan menghiasi hati
Pekanbaru, 12 November 2011
“Cahaya hati dimana akan kucari….”
Menyinari langit dan memanjakan mata..
Indah….tapi tidak bisa kunikmati…
Karena perlahan hilang diselimuti awan yang gelap gulita..
Mendung…kelam…tidak bercahaya…
Kucari bulan sebagai pengganti
Tapi ia juga tidak mampu menemani
Dan perlahan hilang juga tanpa arti
Kini kusendiri menatap langit malam ini
Tanpa cahaya diselimuti mimpi
Hanya dinginnya angin dan hujan yang membasahi sepinya hati
Perlahan sepi ini membuai diriku ke alam mimpi
Dan berharap esok pagi ada pelangi yang akan menghiasi hati
Pekanbaru, 12 November 2011
“Cahaya hati dimana akan kucari….”
SEBUAH TANYA
Illahi Rabbi…
Mengapa ada cinta jika harus tersakiti
Mengapa ada cinta jika harus merindu
Mengapa ada cinta jika tetap bersedih
Illahi Rabbi…
Mengapa ada cinta jika tidak menyatu
Mengapa ada cinta jika tetap tersiksa
Mengapa ada cinta jika akan terpisah
Illahi Rabbi…
Beri aku jawaban dari semua tanya
Beri aku arti dari sebuah kata
Beri aku makna dari sebuah cinta
Illahi Rabbi
Dimana akan kucari….
Pekanbaru, 12 November 2011
“Cinta selalu penuh misteri…..”
Mengapa ada cinta jika harus tersakiti
Mengapa ada cinta jika harus merindu
Mengapa ada cinta jika tetap bersedih
Illahi Rabbi…
Mengapa ada cinta jika tidak menyatu
Mengapa ada cinta jika tetap tersiksa
Mengapa ada cinta jika akan terpisah
Illahi Rabbi…
Beri aku jawaban dari semua tanya
Beri aku arti dari sebuah kata
Beri aku makna dari sebuah cinta
Illahi Rabbi
Dimana akan kucari….
Pekanbaru, 12 November 2011
“Cinta selalu penuh misteri…..”
Minggu, 06 November 2011
SURAT UNTUKMU (#3)
Ini bukan sekedar goresan pena
Yang ditulis dalam bentuk puisi dan dirangkai dengan kata
Ini bukan sekedar curahan hati
Yang diungkapkan dalam selembar kertas yang tak berwarna
Tapi ini sebuah ungkapan hati
Untukmu yang sedang kunanti disini
Sang bidadari yang kuinginkan dihati
Ketika cinta itu datang tak ada yang mampu kulakukan
Begitu misteri dan tak bisa kumengerti
Perlahan-lahan tanpa permisi
Membangun singgasana bermahkotakan cinta yang suci
Ingin kulukiskan cinta itu dihatimu
Dengan hiasan syahadah dan janji setia
Tapi ada tanya dan ragu yang masih menyatu
Apakah aku yang ada dihatimu…
Pekanbaru, 06 November 2011
“Masih ada tanya dihati….”
Yang ditulis dalam bentuk puisi dan dirangkai dengan kata
Ini bukan sekedar curahan hati
Yang diungkapkan dalam selembar kertas yang tak berwarna
Tapi ini sebuah ungkapan hati
Untukmu yang sedang kunanti disini
Sang bidadari yang kuinginkan dihati
Ketika cinta itu datang tak ada yang mampu kulakukan
Begitu misteri dan tak bisa kumengerti
Perlahan-lahan tanpa permisi
Membangun singgasana bermahkotakan cinta yang suci
Ingin kulukiskan cinta itu dihatimu
Dengan hiasan syahadah dan janji setia
Tapi ada tanya dan ragu yang masih menyatu
Apakah aku yang ada dihatimu…
Pekanbaru, 06 November 2011
“Masih ada tanya dihati….”
Sabtu, 29 Oktober 2011
WANITA BERJILBAB
Siapakah dirinya …
Senyum yang indah di wajah…
Tatapan yang penuh makna…
Tutur sapa yang halus dan bijaksana …
Akhlaknya yang begitu indah mempesona…
Menggoda diriku untuk menyapanya…
Tapi mulut ini tidak mampu berkata…
Karena iman yang kau punya membuatku tersipu malu dihadapanmu…
Hanya kekaguman yang bisa kuungkapkan…
Dalam selembar kertas putih yang bertuliskan kata cinta..
Dan diatas sajadah yang bertahtakan seuntai doa…
Berharap cinta dihatimu adalah untukku…
Berharap menjadi bagian hidupmu mungkin hanya mimpi…
Cukup senyum , tawa dan akhlakmu yang kusimpan di hati…
Wanita berjilbab…siapakah namanya…
Pekanbaru, 29 Oktober 2011
“Masih membekas dihati sebuah kata untukmu….”
Senyum yang indah di wajah…
Tatapan yang penuh makna…
Tutur sapa yang halus dan bijaksana …
Akhlaknya yang begitu indah mempesona…
Menggoda diriku untuk menyapanya…
Tapi mulut ini tidak mampu berkata…
Karena iman yang kau punya membuatku tersipu malu dihadapanmu…
Hanya kekaguman yang bisa kuungkapkan…
Dalam selembar kertas putih yang bertuliskan kata cinta..
Dan diatas sajadah yang bertahtakan seuntai doa…
Berharap cinta dihatimu adalah untukku…
Berharap menjadi bagian hidupmu mungkin hanya mimpi…
Cukup senyum , tawa dan akhlakmu yang kusimpan di hati…
Wanita berjilbab…siapakah namanya…
Pekanbaru, 29 Oktober 2011
“Masih membekas dihati sebuah kata untukmu….”
Langganan:
Postingan (Atom)